Skip to content

The latest edition

Back to publicationREPORT

Surat Perjanjian Kerja Sama Digital Marketing: Isi Wajib

7 min read

Surat Perjanjian Kerja Sama Digital Marketing: Isi Wajib

Surat Perjanjian Kerja Sama Digital Marketing: Isi Wajib

Surat perjanjian kerja sama digital marketing minimal memuat identitas para pihak, ruang lingkup pekerjaan dan hasil yang diserahkan, biaya dan termin pembayaran, jangka waktu, hak atas akun dan aset, kerahasiaan, serta cara mengakhiri kerja sama. Isi yang perlu ada di kontrak agensi digital:

  1. Identitas para pihak dan penandatangan yang berwenang.

  2. Ruang lingkup layanan dan deliverable.

  3. Hal yang tidak termasuk dalam layanan.

  4. Target kerja (KPI) dan pernyataan tidak ada jaminan hasil.

  5. Jadwal, alur persetujuan, dan batas revisi.

  6. Biaya jasa, termin, dan denda keterlambatan bayar.

  7. Pemisahan biaya iklan (ad spend) dari biaya jasa.

  8. Prosedur change request.

  9. Akses akun dan kepemilikan aset.

  10. Hak kekayaan intelektual atas materi kreatif.

  11. Kerahasiaan dan pelindungan data pribadi.

  12. Pelaporan.

  13. Jangka waktu dan pengakhiran.

  14. Keadaan kahar (force majeure).

  15. Penyelesaian sengketa.

Artikel ini adalah panduan praktis untuk agensi, bukan nasihat hukum. Untuk kontrak bernilai besar atau klausul khusus, konsultasikan dengan advokat.

Dasar hukum yang perlu dipahami

Kontrak agensi digital tunduk pada aturan perjanjian di KUHPerdata. Pasal 1320 KUHPerdata menetapkan empat syarat sah perjanjian: kesepakatan para pihak, kecakapan untuk membuat perikatan, suatu hal tertentu, dan sebab yang halal (Hukumonline). Bagi agensi, syarat "suatu hal tertentu" berarti ruang lingkup kerja harus jelas.

Pasal 1338 KUHPerdata menyatakan perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak dan harus dilaksanakan dengan iktikad baik (Hukumonline). Artinya, apa pun yang Anda tulis di kontrak akan mengikat agensi sendiri juga.

Soal meterai, meterai bukan syarat sah perjanjian. Fungsinya terkait pembuktian: dokumen perdata yang akan dipakai sebagai alat bukti di pengadilan dikenai bea meterai (Hukumonline). Tarif bea meterai menurut UU Nomor 10 Tahun 2020 adalah Rp10.000.

Isi wajib kontrak digital marketing, pasal demi pasal

1. Identitas para pihak

Tulis nama badan usaha, alamat, nomor induk berusaha jika ada, serta nama dan jabatan penandatangan. Pastikan penandatangan di sisi klien punya wewenang mewakili perusahaannya, misalnya direktur atau pihak yang diberi kuasa tertulis.

2. Ruang lingkup dan deliverable

Jabarkan layanan dalam bentuk yang bisa dihitung. "Pengelolaan media sosial" terlalu luas. Tulis "12 konten feed per bulan untuk Instagram, termasuk desain dan caption, dengan 2 kali revisi per konten". Lampiran ruang lingkup memudahkan perubahan tanpa mengubah badan kontrak.

3. Hal yang tidak termasuk

Daftar pengecualian sama pentingnya dengan daftar layanan. Contoh: produksi video, biaya talent atau influencer, pembelian aset foto berbayar, dan balasan pesan pelanggan. Bagian ini adalah pagar pertama melawan scope creep, yang kami bahas di cara mengatasi scope creep di agensi.

4. KPI dan pernyataan tidak ada jaminan hasil

Hasil iklan dan peringkat mesin pencari dipengaruhi faktor di luar kendali agensi, seperti algoritma platform dan kompetisi. Tuliskan KPI sebagai target kerja, lalu tambahkan klausul bahwa agensi tidak menjamin angka penjualan, peringkat, atau jumlah pengikut tertentu, kecuali disepakati tertulis dengan skema yang jelas.

5. Jadwal, persetujuan, dan revisi

Tentukan berapa hari klien memberi persetujuan atas materi, dan apa yang terjadi jika klien tidak merespons. Misalnya, materi dianggap disetujui setelah lewat tenggat tertentu. Batasi jumlah revisi per materi.

6. Biaya jasa dan termin

Sebutkan nilai jasa, apakah sudah termasuk pajak, jadwal tagihan, rekening tujuan, dan tenggat pembayaran. Tambahkan hak agensi menunda pekerjaan jika tagihan lewat tenggat. Untuk menyusun angka jasanya, lihat cara menentukan harga jasa agensi digital.

7. Biaya iklan dipisah dari biaya jasa

Tegaskan siapa yang membayar ad spend dan dari kartu atau akun siapa. Pilihan yang lebih aman bagi agensi adalah klien membayar langsung ke platform iklan dari metode pembayaran milik klien. Jika agensi menalangi, atur deposit di muka dan batas maksimal talangan.

8. Change request

Atur cara klien meminta pekerjaan di luar lingkup: permintaan tertulis, estimasi biaya dan waktu dari agensi, lalu persetujuan klien sebelum dikerjakan. Alurnya kami uraikan di workflow change request untuk agensi digital.

9. Akses akun dan kepemilikan aset

Klausul ini membantu mencegah sengketa saat kerja sama berakhir. Tulis bahwa akun iklan, akun media sosial, Google Analytics, dan domain tetap milik klien, dan agensi hanya diberi akses sebagai pengelola. Atur juga kewajiban agensi mengembalikan atau melepas akses dalam waktu tertentu setelah kontrak berakhir.

10. Hak kekayaan intelektual

Tentukan kapan hak atas desain, tulisan, dan video berpindah ke klien, misalnya setelah pelunasan. Kecualikan aset yang dilisensikan dari pihak ketiga, seperti font atau foto stok, yang tunduk pada lisensinya sendiri. Sebutkan juga apakah agensi boleh menampilkan karya di portofolio.

11. Kerahasiaan dan data pribadi

Agensi bisa mengakses data pelanggan klien, misalnya daftar prospek dari iklan. Atur kewajiban menjaga kerahasiaan, batas penggunaan data hanya untuk pekerjaan ini, dan penghapusan data setelah kontrak berakhir. Selaraskan dengan kewajiban pelindungan data pribadi yang berlaku untuk kedua pihak.

12. Pelaporan

Sebutkan frekuensi laporan, metrik yang dilaporkan, format, dan tanggal penyerahan. Laporan yang disepakati sejak awal mengurangi perdebatan soal hasil.

13. Jangka waktu dan pengakhiran

Tulis tanggal mulai, durasi, dan apakah kontrak diperpanjang otomatis. Atur pemberitahuan pengakhiran dengan tenggat tertulis, alasan pengakhiran sepihak (misalnya wanprestasi yang tidak diperbaiki), dan penyelesaian tagihan untuk pekerjaan yang sudah berjalan.

14. Keadaan kahar

Definisikan kejadian di luar kendali para pihak dan akibatnya pada kewajiban. Untuk agensi digital, pertimbangkan juga gangguan platform pihak ketiga, seperti pemblokiran akun iklan oleh platform, dan bagaimana dampaknya pada target kerja.

15. Penyelesaian sengketa

Salah satu urutan yang bisa dipakai adalah musyawarah lebih dulu, lalu jalur pengadilan negeri atau arbitrase yang disebut namanya. Pilih satu dan tulis dengan jelas.

Contoh kerangka surat perjanjian

Kerangka berikut bisa Anda pakai sebagai titik awal, lalu sesuaikan dengan layanan agensi:

SURAT PERJANJIAN KERJA SAMA LAYANAN DIGITAL MARKETING
Nomor: ...

Pada hari ini, ..., tanggal ..., yang bertanda tangan di bawah ini:
1. [Nama], [jabatan], bertindak untuk dan atas nama [PT Klien], selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
2. [Nama], [jabatan], bertindak untuk dan atas nama [Agensi], selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Pasal 1  Ruang Lingkup Pekerjaan (rincian di Lampiran 1)
Pasal 2  Pengecualian
Pasal 3  Jangka Waktu
Pasal 4  Target Kerja dan Batasan Jaminan Hasil
Pasal 5  Jadwal, Persetujuan, dan Revisi
Pasal 6  Biaya Jasa dan Cara Pembayaran
Pasal 7  Biaya Iklan
Pasal 8  Perubahan Lingkup Pekerjaan
Pasal 9  Akses Akun dan Kepemilikan Aset
Pasal 10 Hak Kekayaan Intelektual
Pasal 11 Kerahasiaan dan Data Pribadi
Pasal 12 Pelaporan
Pasal 13 Pengakhiran Perjanjian
Pasal 14 Keadaan Kahar
Pasal 15 Penyelesaian Perselisihan
Pasal 16 Penutup

Lampiran 1: Rincian Layanan dan Deliverable
Lampiran 2: Jadwal Pembayaran

Kapan kontrak ditandatangani

Tanda tangan kontrak sebaiknya terjadi setelah proposal disetujui dan sebelum pekerjaan dimulai. Urutan dari proposal ke kontrak ada di cara membuat proposal agensi digital, dan langkah setelah kontrak ditandatangani ada di SOP onboarding klien agensi digital.

FAQ

Apakah surat perjanjian kerja sama harus pakai meterai?

Meterai bukan syarat sah perjanjian menurut Pasal 1320 KUHPerdata. Meterai berkaitan dengan penggunaan dokumen sebagai alat bukti.

Apakah kontrak digital marketing boleh ditandatangani secara elektronik?

Pasal 11 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik memberi tanda tangan elektronik kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah selama memenuhi persyaratan yang diatur di pasal tersebut. Untuk kontrak bernilai besar, tanyakan kepada advokat jenis tanda tangan elektronik yang sesuai.

Bolehkah agensi menjamin hasil iklan?

Boleh jika disepakati, tetapi risikonya tinggi karena hasil dipengaruhi faktor di luar kendali agensi. Jika ada jaminan, tulis syarat dan konsekuensinya dengan jelas.

Siapa pemilik akun iklan setelah kontrak berakhir?

Sesuai isi kontrak. Agar tidak terjadi sengketa, tulis sejak awal bahwa akun tetap milik klien.

Rapikan kontrak sebagai bagian dari sistem kerja

Kontrak yang jelas hanya berguna jika ruang lingkup, change request, dan tagihan tercatat rapi selama proyek berjalan. Jika agensi Anda ingin menghubungkan kontrak, permintaan perubahan, dan penagihan dalam satu alur kerja, tim software house yang biasa membangun sistem operasional agensi bisa membantu merancangnya.

Bacaan terkait